KHS Sudah Dicetak (Tapi Belum Didistribusikan ke Dosen Wali)

Yah, sesuai judulnya… Jelas, ya bahwa sampai saat ini, sebagian besar KHS sudah dicetak. Tapi belum didistribusikan ke dosen wali. Malah khusus yang dosen walinya saya, belum tercetak sama sekali sampai tadi siang jam 13.00. Jadi kalo anda telpon ke TU, kemudian dibilangin bahwa KHS sudah jadi, emang bener KHS sudah jadi. Tapi sampai saat ini, saya belum terima. Malahan, tadi siang saya bela-belain ke TU dan mencoba sortir / pilih punya saya sendiri, ternyata tidak ada sama sekali. Sementara beberapa mahasiswa sudah mulai SMS saya menanyakan kapan bisa perwalian batal tambah. Teuteup aja, saya belum bisa kasih kepastian.

Kemudian, banyak KHS yang tidak tercetak nama dosen walinya. Bisa jadi sebagian adalah mahasiswa perwalian saya juga. Maka saya nanya ke Mbak Endang Wastuti, “Lho Mbak, kok gak ada nama dosen walinya?”

“Itu karena mahasiswanya tidak mencantumkan nama dosen walinya waktu perwalian. Khusus kelas sore / weekend, sistem akademis tidak langsung mencantumkan nama dosen wali. Harus berdasarkan pengisian KRS mahasiswa ybs.”

“Lha terus nanti gimana?”

“Ya, belakangan aja, Bu. Atau nanti mahasiswanya suruh ambil sendiri ke TU.”

Jadi, diinget-inget aja, kalo anda merasa bahwa kemaren anda tidak mencantumkan nama saya di bawah tandatangan saya, ya berarti kemungkinan anda harus ambil KHS sendiri di TU. Karena nanti yang didistribusikan ke dosen wali, adalah yang ada nama dosen walinya saja. Gitu…

Terus, ada cerita lucu lagi…

Seorang mahasiswa menelpon ke TU berkali-kali (mungkin sambil setengah kesel kali, ya?) Mengeluhkan bahwa saya sulit dihubungi, dsb, dsb… Cerita bahwa sudah SMS saya, malah saya suruh cek blog ini. Walhasil, saya ditanyai mbak-mbak di TU, sebetulnya bener gak sih, Bu Dyah itu susah perwaliannya? So, saya tunjukkan hasil perwalian saya untuk kelas sore / weekend pada hari itu, yang pada hari itu ada sekitar 40-an mahasiswa melakukan perwalian dengan saya. Kalo emang anda merasa bahwa saya susah dihubungi, kenapa yang 40-an orang mahasiswa itu gak kesulitan menghubungi saya?

Akhirnya malah diketawain orang banyak di TU. Apalagi pas nelpon, saya ada di sebelahnya mbak TU yang ngangkat telpon. Komentarnya seorang mbak TU, “Ya iyalah, mendingan ngecek Facebook daripada ngecek blog-nya Bu Dyah.” Wkwkwkwkwk………

Masih belum mudeng juga, ya? Saya bikin blog ini, biar anda gak kerepotan ke kampus. Tunggu info terkini dari saya di sini.  Cukup saya aja yang bolak balik ke kampus. Setiap ada berita penting yang berkaitan antara anda dan saya, saya tinggal publikasikan ke sini. Mau nanya apa aja, bisa lewat sini, ntar biar bisa kebaca sama temen-temen yang laen, yang mungkin punya pertanyaan yang sama dengan anda. Jadi saya juga gak repot mengulang  jawaban yang itu-itu terus…. cakwee, deeh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: