Tugas Audit I Kelas Weekend

Tugas anda adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  1. Menurut anda, bagaimana tanggung jawab seorang akuntan publik terhadap rekan seprofesinya?
  2. Menurut anda, apa saja sebetulnya manfaat dari dilakukannya audit?
  3. Belakangan ini ada pendapat yang menyatakan bahwa selama seorang auditor dapat bersikap profesional, independensi akuntan publik tidaklah penting lagi. Bagaimana tanggapan anda?
  4. Menurut anda, bagaimana sebaiknya hubungan antara akuntan publik dengan auditor interen kliennya?
  5. Konsep materialitas harus dipertimbangkan oleh auditor (SA Seksi 312). Bagaimana pendapat anda?

Submission Information:

  • Minggu, 22 Nopember 2009
  • Pukul 11.00 – 11.30 ( tidak ada toleransi keterlambatan)
  • Ruangan Bu Dyah di Lantai III
  • Di kertas folio bergaris, ditulis tangan.
  • Kekeliruan / ketidakberesan akibat dititipkan, menjadi risiko mahasiswa.

Saya tunggu.

Comments (2)

Rekening-rekening yang terkait dalam audit siklus pendapatan

Akun atau rekening apa saja yang akan terkait dalam pemeriksaan / audit siklus pendapatan?

  1. Penjualan
  2. Piutang Dagang
  3. Harga Pokok Penjualan
  4. Kas
  5. Persediaan Barang Dagangan
  6. Potongan Penjualan
  7. Retur Penjualan
  8. Kerugian atau biaya piutang tak tertagih
  9. Cadangan kerugian piutang

Tinggalkan sebuah Komentar

Aturan Bimbingan Skripsi Dengan Bu Dyah

Wah, Bu Dyah sekarang jual mahal. Mosok bimbingan skripsi wae ndadak nggo aturan.

Lha mau gimana lagi. Kalo nggak dibikin aturan maennya, saya yakin anda akan sambat kesulitan mencari saya. Mengapa, Bu? Karena saat ini saya sedang sibuk-sibuknya, jadi anda mungkin akan mengalami kesulitan bertemu saya secara langsung. However meski demikian, saya tidak mungkin mengabaikan tugas-tugas saya selaku dosen pembimbing skripsi. Oke, here are the rules:

Bagi yang pertama kali mau mengajukan judul ke saya. Saya sarankan, untuk kemudahan anda sendiri, replikasi jurnal saja. (Ingat: Replikasi Bukan Plagiasi!) Cari:

  • lima jurnal penelitian ilmiah
  • yang memiliki topic yang sama
  • yang terbit paling tua empat tahun yang lalu (jadi kalo sekarang tahun 2009, terbitan paling tuanya 2005)
  • yang menurut anda mudah untuk dikerjakan.

Setelah anda fotokopi kelima jurnal tersebut, anda tentukan judul, lalu hubungi saya via imel di bimbingan.budyah@gmail.com dengan format:

  • Nama:
  • NIM:
  • Nomer HP:
  • Alamat Rumah:
  • No. Telp. Rumah:
  • Alamat Kos:
  • Jurnal Penelitian Ilmiah (1)
    • Judul
    • Peneliti / Tahun
    • Referensi / Sumber
    • Abstrak
  • Jurnal Penelitian Ilmiah (2)
    • Judul
    • Peneliti / Tahun
    • Referensi / Sumber
    • Abstrak
  • Jurnal Penelitian Ilmiah (3)
    • Judul
    • Peneliti / Tahun
    • Referensi / Sumber
    • Abstrak
  • Jurnal Penelitian Ilmiah (4)
    • Judul
    • Peneliti / Tahun
    • Referensi / Sumber
    • Abstrak
  • Jurnal Penelitian Ilmiah (5)
    • Judul
    • Peneliti / Tahun
    • Referensi / Sumber
    • Abstrak
  • Usulan Judul Skripsi anda:
    • Judul (1)
    • Judul (2) – kalo ada alternatif judul
    • Judul (3) – kalo ada alternatif judul

Setelah saya membaca abstrak jurnal penelitian yang anda kirimkan ke saya, akan saya tentukan kapan bertemu langsung dengan saya untuk membahas lebih lanjut skripsi anda.

Selanjutnya nanti draft proposal / skripsi bisa dikirimkan dalam bentuk attachment via imel di bimbingan.budyah@gmail.com.

Draft yang dikirimkan tersimpan dalam bentuk MS Word 2007. Yang nantinya akan saya coret-coret secara elektronis. So, it’s paperless… tanpa kertas, jadi anda bisa lebih hemat dan perkembangan kemajuan skripsi anda bisa tersimpan di imel saya dan anda. Berikut ada contoh screenshot cara saya melakukan review terhadap draft proposal / skripsi anda. (Klik gambar untuk melihat lebih jelas / besar) Biasanya makan waktu 1-2 hari untuk saya mereview.

Bimbingan

Bimbingan

Apabila anda merasa perlu untuk bertatap muka langsung dengan saya, bisa hubungi saya via imel / SMS. Saya akan tentukan kapan dan dimana kita bisa bertemu.

BTW, saya sering lambat dalam menjawab SMS,  tapi biasanya saya jawab (kalo nggak percaya tanya Bu Indu yang dulu sering komplen dengan kebiasaan telat bales SMS). Saya tidak menyarankan anda untuk menelpon langsung saya, krn biasanya kalo nomernya nggak saya memori, nggak saya angkat, atau bisa saja nomernya saya memori, tapi saya pas in the middle of something, atau saya pas nggak denger karena saya bikin getar. Jadi prasangka baik saja lah. Selamat berskripsi-ria!

Comments (4)

PENGAUDITAN SIKLUS PENDAPATAN

Siklus pendapatan suatu perusahaan meliputi kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan transaksi-transaki penjualan, penerimaan kas, dan penyesuaian penjualan. Transaksi-transaksi tersebut berpengaruh terhadap sejumlah rekening signifikan dalam laporan keuangan, termasuk di dalamnya adalah kas, piutang usaha, persediaan dan penjualan. Pada kebanyakan perusahaan, siklus pendapatan usaha sangat vital, tetapi praktik bisnis dan pemicu ekonomisnya sangat berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya. Pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha merupakan langkah pertama yang penting dalam mengembangkan strategi audit. Banyaknya aktivitas dalam siklus ini mengakibatkan timbulnya risiko bawaan yang tinggi untuk berbagai asersi signifikan laporan keuangan seperti misalnya sersi keberadaan atau keterjadian piutang usaha. Oleh karena itu, banyak perusahaan berusaha untuk memiliki sistem pengendalian interen yang kuat di bidang ini untuk mencegah atau mendeteksi salah saji. Apabila auditor memperkirakan pengendalian ini cukup efektif, maka dalam audit atas asersi-asersi siklus pendapatan ia akan menerapkan pendekatan tingkat risiko pengendalian ditetapkan lebih rendah. Dalam perencanaan pengujian substantif atas piutang usaha, auditor biasanya sangat menaruh perhatian terhadap risiko lebih saji piutang bersih yang disebabkan oleh adanya piutang fiktif atau karena cadangan kerugian piutang tidak mencukupi. Dalam audit piutang usaha terdapat anggapan bahwa auditor akan mengirim konfirmasi kepada para debitur kecuali ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan konfirmasi tidak diperlukan

Disarikan dari: Al. Haryono Jusup

Comments (1)

SUATU MODEL PENGOLAHAN INFORMASI AKUNTANSI

Sistem informasi akuntansi membahas tentang berbagai peristiwa yang mempengaruhi suatu perusahaan. Peristiwa-peristiwa ini diakui dan dicatat oleh suatu sistem yang di dalamnya terdapat sumber daya manusia dan sumber daya teknologi informasi, khususnya komputer. Kemudian dioleh dengan menggunakan berbagai metode akuntansi dan disajikan sebagai laporan yang nantinya digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Kebanyakan perusahaan menggunakan sistem informasi berbasis komputer yang mengandalkan pengolahan manual maupun komputerisasian.

Sistem akuntansi keuangan merupakan sistem informasi akuntansi dalam ruang lingkup yang terbatas. Sistem-sistem yang terdapat dalam sistem akuntansi keuangan ini harus mematuhi Prinsip-prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Sistem akuntansi keuangan yang di dalamnya terdapat proses penjurnalan dan posting merupakan sistem pengolahan transaksi. Lebih lanjut lagi, sistem informasi akuntansi juga menghasilkan berbagai laporan untuk tujuan interen manajemen.

Siklus akuntansi merupakan proses teknologi-mandiri. Tujuan pembelajaran sistem informasi akuntansi adalah untuk mempelajari bagaimana proses-proses akuntansi ini bekerja dengan menggunakan teknologi komputer.

Disarikan dari: Boockholdt

Tinggalkan sebuah Komentar

TINJAUAN MENYELURUH ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TINJAUAN MENYELURUH  ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Informasi membantu operasi harian dan pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan perusahaan dihasilkan oleh sistem informasi. Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kerangka yang terdiri dari berbagai sumber daya yang terkoordinasi yang mengumpulkan, mengolah, mengendalikan dan mengelola data melalui tahapan yang berurutan guna menghasilkan informasi yang disampaikan melalui jaringan komunikasi kepada berbagai pemakai untuk berbagai keperluan.

Sistem informasi menjalankan lima tugas atau fungsi utama, yaitu: pengumpulan data, pengolahan data, manajemen data, pengendalian dan pengamanan data, dan pengadaan informasi. Setiap tugas terdiri dari satu langkah atau lebih. Misalnya manajemen data terdiri dari penyimpanan, pemutakhiran dan penarikan data kembali. Pengembangan sistem informasi yang baru, atau yang ditingkatkan merupakan kegiatan bersiklus. Setiap siklus terdiri dari fase-fase seperti perencanaan, analisis, rancangan, justifikasi / pengkajian, pemilihan, implementasi, operasi dan evaluasi.

Akuntansi memenuhi semua persyaratan sistem informasi. Sistem informasi akuntansi menaungi semua kegiatan usaha dan menyajikan informasi kepada semua pemakai. Akan tetapi, sistem terseut terbatas dalam artian informasi yang disediakan pada umumnya hanya dinyatakan dalam nilai uang. (Sebaliknya, sistem informasi manajemen menyajikan juga informasi yang tidak bersifat keuangan bagi para manajer yang menggunakannya.) Sistem informasi akuntansi menggunakan dua jenis model: model akuntansi keuangan dan model akuntansi manajemen. Model akuntansi manajemen tidak dibatasi oleh prinsip akuntansi yang berterima umum di Indonesia, yaitu: Standar Akuntansi Keuangan. Transaksi dasar yang diproses oleh sistem informasi akuntansi meliputi penjualan, pembelian, penerimaan kas, pengeluaran kas, pembayaran gaji. Siklus akuntansi menggunakan tugas-tugas utama sistem informasi yaitu “mensikluskan” data transaksi melalui catatan dan pembukuan sampai pada laporan keuangan perusahaan. Perubahan kebutuhan dan persepsi manajerial yang terjadi balakangan ini serta perkembangan abru dalam lingkungan bisnis dan teknologi informasi dalam lingkungan bisnis dan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap semua sistem informasi akuntansi. Oleh karena itu, banyak perusahaan menginstalasikan komputer, menggunakan model-model untuk mengambil keputusan, mempelajari kebutuhan informasi, dan dengan demikian meningkatkan ketanggapan sistem informasi mereka.

Para akuntan merupakan pemakai, pengevaluasi, dan perancang sistem informasi akuntansi. Walaupun peranan mereka sebagai perancang telah berkurang dibandingkan dengan peranan sebagai pemakai, namun akuntan masih terlibat dalam menetapkan persyaratan untuk informasi yang diperlukan dan dalam merancang skema kelompok, kendali, laporan, prosedur pengolahan dan sebagainya. Semua akuntan dan mahasiswa akuntansi harus mempelajari seperangkat pengetahuan umum tentang sistem informasi.

Disarikan dari : Wilkinson & Sinaga

Tinggalkan sebuah Komentar

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI: TINJAUAN SEKILAS

Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mentransformasikan data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan ke beragam pemakai. Kita menggunakan istilah sistem informasi akuntansi karena mencakup siklus-siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi, dan pengembangan sistem informasi.

Sebagian besar organisasi mengalami kejadian-kejadian ekonomi yang hampir sama. Kejadian-kejadian ini menimbulkan transaksi-transaki yang dapat dikelompokkan menjadi empat siklus dari aktivitas bisnis: siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus produksi dan siklus keuangan. Struktur pengendalian interen mencakup kebijakan dan prosedur-prosedur yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan tertentu organisasi akan dapat dicapai. Siklus transaksi memberikan kerangka sistem untuk menganalisis dan merancang sistem informasi akuntansi dimana di dalamnya terdapat tujuan yangs erupa untuk masing-masing siklus yang berbeda itu. Tujuan ini merupakan bagian integral dari struktur pengendalian interen organisasi.

Fungsi sistem informasi adalah bertanggung jawab atas pemrosesan data. Otomatisasi kantor menguraikan penggunaan teknologi elektronik di dalam kantor atau tempat kerja. Sistem otomatisasi kantor mencakup teknologi dengan basis komputer yang memungkinkan pemrosesan berbagai dokumen dan pesan-pesan elektronik. Tiga teknologi berikut saling berinteraksi untuk membuat sistem respon cepat menjadi layak. Teknologi ini adalah: pertukaran data elektronik, identifikasi kode batangan, dan teknologi pemindaian (seperti: Point of Sale, Just In Time, Computer Integrated Manufacturing, Electronic Fund Transfer, dsb).

Proyek pengembangan sistem umumnya mencakup tiga fase umum: analisis sistem, perancangan sistem, dan implementasi sistem. Pendekatan sistem adalah prosedur umum untuk administrasi proyek sistem. Tujuannya adalah untuk membantu pengembangan sistem yang efektif. Masalah-masalah manajemen proyek, masalah organisasional dan teknikal akan dihadapi dalam suatu implementasi sistem informasi. Filosofi perancangan sistem yang berorientasi pada pemakai (user) akan mendukung perkembangan perilaku dan pendekatan pengembangan sistemnya akan sangat mempertimbangkan konteks organisasional.

Disarikan dari: Bodnar and Hopwood

Tinggalkan sebuah Komentar

« Newer Posts · Older Posts »